Bab 77. Kebersamaan Tanpa Keramaian

1130 Kata

Ciuman mereka semakin dalam, bergelora seperti ombak yang tak berujung. Keenan bangkit, menempatkan dirinya di atas tubuh sang istri dengan perlahan namun penuh gairah yang membara. Tanpa sadar, keduanya kini terlepas dari segala beban—tanpa sehelai kain yang menyelimuti, mereka seolah melupakan dunia di luar sana dan hanyut dalam olahraga sore penuh hasrat di atas ranjang. Namun, semenjak kehamilan Nadine, Keenan berubah. Gerakannya menjadi lembut, penuh perhatian, berusaha menjaga istrinya dengan segala kehati-hatian. Usia kandungan yang masih rapuh pada trimester awal membuatnya takut melukai, takut risiko membayangi kebahagiaan mereka. Tak lama kemudian, setelah saling melepas hasrat dengan napas tersengal dan rasa lega yang membuncah, Keenan menyeka dahi Nadine dengan ciuman yang beg

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN