Kamila mendadak panik, jantungnya berdebar tak karuan. Ia yakin—atau paling tidak, takut putranya telah menabrak seseorang. Sebuah kekhawatiran membakar dirinya, hingga ia ingin segera memastikan kondisi orang tersebut. "Ma, Mama mau ke mana?" tanya Daniel, matanya penuh tanda tanya saat melihat Kamila membuka pintu mobil dengan tergesa. "Mama harus lihat orang itu, Daniel. Kalau sampai dia terluka, kita harus bertanggung jawab," jawab Kamila dengan suara serak, kecemasan terpancar jelas di wajahnya. "Tapi, kamu tidak sengaja menabraknya, 'kan?" Daniel menatap ibunya, berusaha menenangkan. "Ma, aku sama sekali tidak menabrak orang itu. Dia tiba-tiba saja jatuh dan aku masih sempat ngerem mendadak, 'kan, tadi? Tapi aku janji, aku akan pastikan kondisinya dulu. Kalau ada apa-apa, kita lan

