Meskipun usia kandungannya baru seumur jagung, Nadine tak bisa membohongi tubuhnya yang kerap lelah tanpa sebab yang jelas. Mual hanya datang di pagi hari, seperti bisikan halus yang dikenal dengan morning sickness, tapi kelelahan itu bisa dikatakan lebih berat daripada yang bisa dia jelaskan. Sementara Keenan, yang tak pernah jauh dari Nadine, selalu sigap menjaga, matanya selalu menangkap setiap gerak-gerik sang istri. Begitu istrinya terdiam, tubuh wanita yang dicintainya itu tampak melongok—hati Keenan langsung bergetar penuh cemas. "Sayang, aku tahu kamu pasti capek. Lebih baik kita istirahat dulu, ya," ucap Keenan pelan, suaranya seperti lantunan doa agar istrinya mau melepas lelah. Tetapi Nadine menggeleng, menggenggam lembut tangan Keenan yang ingin menggenggamnya lebih erat. "N

