Bab 51. Bangkrut

1189 Kata

Setelah keluar dari rumah sakit, Nadine dan Keenan melanjutkan perjalanan pulang dalam keheningan dengan sedikit beban yang berkurang. Hati Nadine sedikit terasa lega, kabar baik tentang neneknya seperti setitik cahaya dalam kelam yang menyesakkan d**a. Tiba-tiba, ia menggenggam tangan Keenan erat. Keenan terkejut, matanya menatap penuh tanya dan kekhawatiran. "Ada apa, Sayang?" Suaranya bergetar pelan, mencoba meraba isi hati istrinya. Nadine menoleh, senyum sendu terukir di bibirnya yang basah oleh rasa syukur dan haru. "Mas … terima kasih, ya." Bingung, Keenan mengerutkan dahi karena mendengar kata itu. "Terima kasih? Untuk apa?" Dengan mata yang mulai berkaca-kaca, Nadine membalas, "Karena kamu sudah berjuang mati-matian, mengatur pengobatan terbaik untuk nenekku. Kamu menanggung s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN