Seketika, Keenan, Daniel dan satu sosok yang didatangkan khusus oleh Keenan untuk membantu mereka—dengan harga yang tak murah, terjun ke dalam pembicaraan serius yang penuh ketegangan. Mereka menyusun strategi untuk segera membekuk orang yang sudah berani dan tega meneror serta mengancam Nadine. Sorot mata ketiganya tak sekadar serius, tapi penuh tekad dan keyakinan bulat bahwa rencana kali ini akan berhasil tanpa cela. "Baiklah, kalian boleh pergi. Segera kabarkan jika ada gerak-gerik mencurigakan," tegas Keenan dengan suara yang nyaris membeku oleh ketegangan. Daniel angkat kaki terlebih dulu. "Baik, Pak. Saya pamit dulu," ujarnya, diikuti oleh yang lain, menghilang ke arah tugas mereka masing-masing. Tepat di saat itu, Bagas datang tergopoh-gopoh. Setelah mendapat perintah langsung d

