Setelah mendengar cerita Daniel, sesuatu dalam diri Kamila bergejolak liar—seperti badai yang tiba-tiba mengamuk di tengah kedamaian. Namun ia memaksa dirinya tetap tenang, menahan gelombang emosi yang mencoba membanjir tanpa ampun. Tapi tiba-tiba, kepalanya seperti diremas oleh jutaan paku tajam; bayangan seorang pria dan seorang remaja perempuan yang dulu pernah tertawa ke arahnya mendadak berubah menjadi sosok wanita paruh baya dan anak perempuan lain yang memperlakukannya dengan kejam. Potongan-potongan masa lalunya yang terlupakan itu mengguncang jiwanya, menuntunnya ke dalam kegelapan ingatan yang lama terkubur, yang selama ini membentuk dirinya menjadi seperti sekarang. Kamila menggenggam kepalanya dengan sekuat tenaga, napasnya memburu dan tiba-tiba teriakan histerisnya pecah mene

