Keenan menghela napas berat, dadanya sesak oleh perasaan enggan yang tak tertahankan. Ia benci harus berurusan dengan keluarga Robert—mereka yang dengan kejamnya telah melukai Nadine, istrinya. Mengulurkan tangan pada mereka seperti menantang api yang siap membakar. Tapi kali ini, permintaan Nadine membuatnya tak punya pilihan. Istrinya tengah mengandung dan Keenan tak rela membiarkan rasa sedih itu tumbuh dalam hati wanita yang dicintainya. Dengan suara penuh ketegasan yang selalu ia tunjukkan, Keenan menghubungi seseorang lewat telepon. "Cari tahu di mana tempat tinggal keluarga Pak Robert sekarang. Saya juga ingin laporan lengkap tentang kondisi mereka. Segera!" Setelah telepon berakhir, ia menatap Nadine dengan tenang. "Kamu tidak perlu khawatir lagi. Aku janji, kabar itu akan datan

