Namun sekeras apa pun Denada memberontak, semua usahanya berakhir sia-sia. Dalam waktu singkat, dia digiring ke lapas tanpa ampun. Meski telah menghamburkan uang untuk menyewa pengacara terbaik, semua pembelaannya kandas menghadapi kehebatan Keenan dan tumpukan bukti yang sudah lama ia kumpulkan. "Kurang ajar, kamu, Keenan!" Bagaimana bisa kamu melakukan ini kepada saya? Saya ini ibu tiri kamu!" teriak Denada, suaranya bergetar penuh amarah. Keenan menatap dingin, dagunya terangkat penuh penghinaan. "Ck, ibu tiri? Itu hanya sebutan yang Anda ciptakan untuk menutupi ambisi Anda sendiri. Saya tidak pernah peduli dengan apa yang Anda klaim sejak awal. Saya tahu betul apa motif Anda selama ini—mengincar warisan orang tua saya, berusaha menguasai semuanya. Dan ketika gagal membuat saya mati d

