Bab 102. Kejahatan Terungkap

1208 Kata

Kini, mereka duduk berhadapan, udara di antara mereka terasa begitu tegang dan penuh misteri. Maya masih membisu, matanya menatap tajam, seperti menimbang-nimbang kata-kata yang harus diucapkan. Keenan memecah keheningan dengan suara dingin dan penuh ketegasan, "Katakan siapa Anda dan apa maksud kedatangan Anda ke perusahaan saya?" Dia tak ingin membuang waktu lebih lama lagi. Maya mengerutkan kening, hatinya berdetak kencang. "Apakah Anda mengenal saya?" tanyanya pelan, mencoba menembus dinding dingin di depan matanya. Keenan menjawab dengan nada datar, hampir seperti tanpa perasaan, "Tidak." Namun matanya yang sesaat menatap Maya, menunjukkan ada sesuatu yang tak bisa dia ungkapkan—sebuah ingatan samar yang mengguncang hatinya. Maya menarik napas dalam-dalam dan berkata dengan suara

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN