Dua sosok polisi melangkah masuk ke kamar rawat inap Namira dengan langkah tegas, membawa aura ketegangan yang begitu pekat. Di belakang polisi, Keenan menyusul masuk dengan wajah penuh amarah dan tekad. Dengan suara yang bergetar namun tegas, dia menunjuk Rossa, "Pak, ini dia wanita yang sudah saya laporkan. Dia pelaku kejahatan terhadap istri saya dan yang kami curigai sebagai otak di balik kecelakaan fatal yang menimpa Bu Namira, lima belas tahun lalu." Salah seorang polisi mengangguk pelan, matanya menyiratkan kewaspadaan. "Baik, Pak. Kasus penganiayaan terhadap Bu Nadine bisa langsung kami proses, tapi untuk kecelakaan lima belas tahun lalu, kami butuh bukti kuat yang benar-benar bisa membongkar kebenarannya." Daniel menimpali, suaranya mengandung keputusasaan sekaligus harapan, "T

