Bab 99. Kisah Lama Terulang Kembali

1122 Kata

Setelah melakukan itu, Maya menarik napas dalam-dalam, matanya menyala penuh dendam. "Ini baru satu jari." Suaranya dingin seperti pisau yang baru saja menyayat. "Tunggu saja, aku akan memotong jari-jari kamu satu per satu sampai habis tak tersisa. Kamu akan merasakan penderitaan yang selama ini aku rasakan—rasa sakit yang tidak akan pernah sembuh, tidak akan pernah termaafkan." Tatapan tajamnya menusuk, membakar jiwa Bram tanpa ampun. "Kamu sudah membuat orangtuaku menderita, membuat papa merasa bersalah pada orang lain. Dan ternyata, semua itu salahmu," katanya dengan nada penuh kepedihan dan kemarahan. Bram menggenggam jarinya yang berdarah, suaranya serak memohon, "Maya ... tolong, jangan siksa aku seperti ini." Setiap kata keluar seperti tarikan terakhir dari sebuah jiwa yang terluk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN