Tak lama setelah mereka duduk, hidangan mulai berdatangan, tersaji rapi di atas meja—makanan favorit yang dipilih khusus untuk mereka masing-masing. Malam ini, Namira adalah bintang utamanya, Daniel dan Nadine telah memastikan setiap detailnya sempurna, karena mereka tahu benar selera sang ibu, yang tetap sama meski kenangan itu sempat hilang untuk waktu yang lama. "Terima kasih banyak ya, kalian sudah memberikan Mama kejutan seperti ini." Suara Namira bergetar, mata berkaca-kaca. "Sekarang, Mama paham maksud Daniel, ini memang makan malam spesial. Kita semua berkumpul di sini, dalam suasana yang berbeda." Nadine tersenyum misterius. "Sebenarnya, yang membuatnya spesial bukan cuma ini, Ma." Namira menatap penasaran. "Oh ya? Memang apa lagi?" tanyanya. "Menurut Mama, bisa berkumpul bersa

