Soraya akhirnya kembali ke rumah setelah menjalani perawatan yang lumayan lama, berat untuk bisa mengendalikan tubuhnya lagi. Untuk bisa berdiri seperti sekarang adalah sebuah anugerah. Dimana matanya tidak lepas dari sang suami yang senantiasa menunggu dan juga menemaninya. “Aku bisa jalan,” ucap Soraya mengagungkan dirinya sendiri. “Iya, kamu bisa jalan,” ucap Raveno demikian. Ketika tangannya terulur untuk membantu Soraya berjalan keluar dari mobil, sang istri menggelengkan kepala. Dia menolak untuk dipegangi. “Aku bisa,” ucapnya. “Kuu caa,” ucap seorang anak perempuan menirukan suara Soraya. Yang mana membuat Soraya menoleh dan mendapati Ayyara yang digendong oleh sang pengasuh tengah tersenyum padanya. “Kakak ngejek Mama ya? ihh gemes banget,” ucap Soraya menahan diri untuk tidak

