“Kenapa wajah kamu merah?” Tanya Soraya begitu sang suami memasuki kamar mereka lagi. Ditambah tanpa adanya minuman yang diinginkan Soraya. “Rav, kamu demam?” Tanya Soraya kembali memastikan. “No, iam fine.” “Kamu aneh, kamu kenapa napa,” ucapnya kemudian mendekat dan merangkup pipi sang suami. “Kamu kenapa?” Raveno menyerah, dia menarik napasnya dalam kemudian berkata, “Tadi masa aku liat yang lagi making love di lorong. Gak tau siapa, tapi aku yakin salah satu anggota keluarga kita.” Yang mana membuat Soraya tertawa seketika, karena itu suaminya kini berpipi merah seperti tomat? “Kenapa? Kamu juga mau ya?” kini usapan Soraya pada rambut Raveno menjadi berbeda, memberikan sentuhan yang lebih lembut kemudian bertanya dengan suara yang begitu mendayu, “Kamu mau juga?” tanyanya begitu.

