Percakapan antara kedua orang itu tidak terlalu jauh dikarenakan Soraya lebih dulu mendengarkan suara tangisan sang anak. Yang membuatnya melangkah ke kamar dan melihat Ayyara yang menangis sambil duduk. Raveno di sampingnya terlihat tidak terusik, dia hanya membuka matanya pelan. “Kok bangun?” “Gak papa biar aku aja, kamu tidur aja lagi,” ucapnya pada Raveno. “Aku mau ke depan, lagi makan camilan. Kayaknya anaknya juga laper deh.” Saat Raveno hendak bangkit dari tidurnya, tertahan oleh sang istri yang mendorong bahunya supaya berbaring kembali. “Jangan bangun, udah tiduran aja lagi. Kamu nggak banyak tidur tadi.” Ditambah lagi pusing dan merasa tidak enak badan, Raveno memutuskan mengikuti saran Soraya. Dia terlelap lagi, membiarkan sang istri pergi keluar meskipun mengkhawatirkan. “Sa

