“Ramaaa …” Raga berdecak sambil bertolak pinggang, saat melihat Lintang berlari menghampiri Rama. Istrinya itu baru saja keluar dari mobil, tetapi sanggup berlari dan meninggalkan Raga begitu saja. Pergi ke mana semua sakit yang dikeluhkan Lintang, selama mereka berada di Batu? Wajar rasanya bila Raga curiga, semua itu adalah akal-akalan Lintang saja. “Mama? Mama sudah pulang?” Walaupun bingung, tetapi Rama segera menyambut pelukan hangat Lintang dengan suka cita. “Iya.” Lintang masih memeluk Rama, yang tengah bermain mobil remote controlnya di depan garasi. “Mama kangen Rama, makanya pulang cepat.” Setelah menyadari sesuatu, Lintang segera mengurai pelukannya. “Kenapa Rama main sendirian di luar? Sus Eni mana? Terus, oma ke mana?” “Sus Eni lagi ngambilin aku s**u,” kata Rama seraya

