Dua hari terlewat, Raga semakin uring-uringan. Bagaimana bila harus menunggu sampai tujuh hari? Raga pasti akan stres sendiri. Untuk itulah, sepulang kerja Raga berinisiatif mampir ke apotek. Karena tamu bulanan Lintang tidak kunjung datang, dan selera makan Lintang semakin menjadi, maka Raga memutuskan untuk membeli tespek. Seperti usul Idha kala itu. Sesampainya di rumah, Raga tidak langsung meminta Lintang untuk mencoba alat tes kehamilan yang sudah dibelinya. Ia menunggu hingga larut malam, saat Rama sudah tidak lagi menempel pada Lintang. “Kenapa … mondar mandir, Mas?” tanya Lintang saat baru memasuki kamar. Ia membawa sepiring kentang goreng, lalu mendudukkan dirinya di sofa. “Ada masalah di kantor?” “Sayang.” Raga berhenti, tetapi tetap berdiri di tempatnya. “Tamu bulananmu belum

