Bab 90

1366 Kata

“Nggak usah merengut terus.” Raga mencapit bibir Lintang yang terus saja maju, ketika menginjakkan kaki di rumah baru mereka. “Coba lihat Rama, dia nggak pernah protes kalau aku ajak pindah rumah. Selalu hepi.” Lintang menepis tangan Raga, dengan pukulan yang sedikit keras. Kemudian, ia kembali menyantap keripik singkongnya. “Jangan samain aku sama Rama.” Lintang mencebikkan bibir ke arah Rama, yang sibuk mengendarai mobil-mobilan listrik yang baru saja dibelikan Raga. Bocah itu sibuk mengelilingi ruang tengah, yang sengaja tidak dipenuhi dengan furniture apapun. “Dia disogok mobil-mobilan juga sudah nurut.” Raga mencomot sebuah keripik singkong dari tangan Lintang, yang duduk satu anak tangga di atasnya. “Memangnya, kamu mau disogok apa?” “Kadang, aku, tuh, heran sama Mas Raga.” Lint

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN