Bab 97

1495 Kata

“Hm! Sudah bisa senyum sekarang?” sindir Raga sambil membawa tubuh Lintang ke pelukan. “Sudah bisa ketawa, kan? Atau, masih mau nangis-nangis nggak jelas lagi? Mau marah-marah nggak jelas lagi?” Raga membuang napas lega. Akhirnya, satu hal yang sudah mereka tunggu-tunggu selama ini, terjadi juga. Semua tespek yang telah digunakan menunjukkan hasil positif, sampai-sampai istrinya tidak bisa berkata-kata sama sekali. Lintang hanya tertegun, memandang dua garis merah, dan tanda positif yang ada pada masing-masing tespek. “Firasatku benar, kan?” lanjut Raga sambil mengusap kepala sang istri. “Aku sudah bilang kamu itu aneh, nggak seperti biasanya.” “Tapi, itu beneran hamil, kan, Mas?” Masih dalam pelukan Raga, Lintang mendongak. Mempertemukan tatapan ragunya pada sang suami. “Aku nggak mimp

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN