Bab 69

1826 Kata

Tiga bulan kemudian. Gedung pengadilan pagi itu dipenuhi lautan manusia. Kamera berjejer di luar pagar. Wartawan berdiri berkelompok, berbicara cepat sambil sesekali melirik ke arah pintu utama. Beberapa masyarakat yang mengikuti kasus itu sejak awal juga datang—berdiri, menunggu, seolah tidak ingin melewatkan satu detik pun dari akhir yang telah lama dinantikan. Hari itu adalah sidang terakhir. Kasus yang sempat hampir mengubur seorang pria tak bersalah seumur hidup kini mencapai titik akhirnya. Dan kali ini, semua mata tertuju pada satu nama. Arvin melangkah turun dari mobilnya dengan tenang. Jas hitamnya rapi. Wajahnya datar. Namun sorot matanya tajam. Di sampingnya, beberapa anggota tim berjalan mengikuti. Alana terlihat menggenggam map erat, sementara Dimas berjalan sedikit

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN