Bab 18

1478 Kata

Zahra tertawa pelan. “Kamu ini.” Ia mengambil tas kecilnya di meja. “Sudah, Mas berangkat dulu aja. Nanti malah telat kalau harus nganter aku dulu.” Arvin berdiri. “Aku akan ngantar kamu.” Zahra langsung menggeleng. “Nggak usah. Jam segini puncaknya macet. Mas bisa langsung ngambil jalan pintas biar cepat sampai.” “Aku tetap antar.” “Mas, aku serius. Aku bisa sendiri.” Arvin mendekat satu langkah. “Aku tahu kamu bisa sendiri.” “Terus kenapa harus dianter?” “Karena aku mau.” Jawabannya sederhana. Tidak panjang, tidak rumit. Zahra terdiam sesaat. “Nanti kamu terlambat, Mas,” “Nanti aku atur waktunya.” Zahra menatapnya, mencari-cari alasan lain. Tapi tidak menemukan apa pun selain kesungguhan di mata Arvin. “Aku cuma ke kafe, Mas. Bukan ke tempat yang jauh.” “Aku tetap antar.”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN