Bab 66

1866 Kata

Senin pagi datang dengan ritme yang berbeda. Arvin melangkah masuk ke kantornya dengan jas rapi dan langkah yang mantap. Wajahnya terlihat lebih segar dibanding minggu-minggu sebelumnya. Ada sesuatu dalam caranya berjalan, lebih ringan, tapi juga lebih tegas. Kasus besar yang sempat menyita hidupnya memang sudah selesai. Namun bagi Arvin, keadilan bukan sekadar vonis. Selalu ada kemungkinan… sesuatu yang belum terungkap sepenuhnya. Ia membuka pintu ruang kerjanya. Aroma khas kayu dan kertas langsung menyambut. Semua tertata rapi. Seperti biasa. Namun belum sempat ia duduk, tok. tok. Ketukan terdengar. “Masuk,” ujar Arvin singkat. Pintu terbuka. Seorang pria masuk dengan langkah tenang. Jasnya sederhana, tapi rapi. Wajahnya datar, namun matanya tajam—terlatih untuk melihat ha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN