Sore itu sebenarnya sederhana. Julian hanya ingin membeli kue untuk Ryujin. Sejak pagi istrinya beberapa kali mengusap perutnya dan berkata ingin sesuatu yang manis. Bukan s**u campur semangka kali ini, melainkan kue cokelat dengan lapisan krim tebal. Julian mengiyakan tanpa banyak bicara. Ia ingin menebus hari-hari penuh ketegangan yang belabkangan terjadi. Toko kue itu cukup ramai. Aroma mentega dan cokelat memenuhi udara. Beberapa ibu-ibu berdiri di depan etalase kaca, menunjuk aneka tart yang dihias rapi. Julian berdiri sabar dalam antrean, menatap deretan kue sambil sesekali membuka ponselnya. Ia tidak tahu bahwa sepasang mata sudah mengawasinya sejak ia masuk. Clara muncul dari arah pintu, langkahnya cepat dan wajahnya pucat. Rambutnya sedikit berantakan, seolah sengaja tidak dita

