Malam itu rumah terasa tenang. Jasmine sudah tertidur lebih dulu setelah seharian ikut orang tuanya ke mall. Lampu kamar dinyalakan temaram, tirai ditutup rapat, hanya menyisakan cahaya lembut dari lampu meja. Ryujin berdiri di depan meja rias. Rambutnya dicepol asal, wajahnya bersih tanpa riasan. Ia fokus menepuk-nepuk toner ke wajahnya dengan gerakan pelan dan hati-hati. Ekspresinya serius, seolah sedang melakukan ritual penting yang tidak boleh diganggu. Julian bersandar di sisi ranjang, memperhatikan istrinya tanpa berkedip. Dari caranya Ryujin menatap cermin, dari bagaimana ia mengerucutkan bibir setiap kali menepuk pipinya, semuanya terlihat begitu… menggemaskan. Julian bangkit perlahan, melangkah mendekat tanpa suara. Ryujin mengambil serum, meneteskan dua tetes ke telapak tanga

