Julian 174

2484 Kata

Julian datang ke gedung tempat Arman berkantor tanpa banyak pengumuman. Jasnya rapi, langkahnya tenang, tapi wajahnya dingin seperti orang yang sudah selesai dengan basa-basi. Dua orang staf keamanan berhenti ketika melihatnya, tapi satu tatapan singkat dari Julian sudah cukup membuat mereka menyingkir dan membukakan jalan. Di dalam, Arman sedang berdiri di dekat jendela ruangannya, menatap layar ponsel dengan alis berkerut. Ia baru saja membaca laporan tentang isu investor yang tidak berjalan sesuai harapannya. Pintu terbuka. Arman menoleh. “Kamu—” Belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya, Julian sudah melangkah masuk dan mendorong bahunya keras hingga Arman terhuyung ke belakang dan hampir jatuh ke sofa. Tidak ada pukulan. Tidak ada teriakan. Hanya satu dorongan tegas yang cukup untu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN