Julian 173

2628 Kata

Pagi itu udara masih segar. Farah berdiri di halaman depan rumah Julian, menyiram tanaman yang berjajar rapi di dekat pagar. Ia melakukannya pelan, menikmati rutinitas kecil itu. Dari dalam rumah terdengar suara Ryujin menyiapkan sarapan dan suara kecil Jasmine yang sesekali berceloteh. Farah baru saja memindahkan selang ketika sebuah mobil berhenti tepat di depan rumah. Ia menoleh. Alisnya langsung mengerut tipis ketika melihat siapa yang turun dari mobil itu. Arman. Lelaki itu melangkah dengan santai, senyum di wajahnya tipis dan—di mata Farah—terlalu dibuat-buat. Kacamata hitamnya dilepas, lalu ia menyapanya seolah mereka akrab. “Pagi, Tante,” kata Arman, nadanya ringan. “Lagi rajin berkebun?” Farah mematikan aliran air, meletakkan selang, lalu berdiri tegak. Ia tidak membalas se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN