Julian 142

2846 Kata

Suara ketukan itu terdengar keras dan beruntun, memecah ketenangan rumah yang sejak pagi terasa stabil. Ryujin yang sedang duduk di ruang keluarga, menonton drama Korea sambil sesekali melirik baby monitor Jasmine, langsung berdecak pelan. Nada ketukan itu bukan ketukan biasa. Terlalu keras, terlalu tidak sabar, dan jelas tidak datang dengan niat baik. Ryujin bangkit dari sofa, melangkah ke arah pintu tanpa terburu-buru, tapi langkahnya tegas. Begitu pintu dibuka, wajahnya langsung mengeras. Yosi berdiri di sana. Rambutnya tertata rapi, riasan wajahnya mencolok, dan sorot matanya penuh emosi yang tidak disembunyikan. Bukan kaget, bukan ragu—melainkan kemarahan bercampur keberanian yang dipaksakan. Ryujin menatapnya datar, lalu sinis. “Ngapain kamu ke sini,” ucap Ryujin dingin, tanpa ba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN