Julian duduk di lantai ruang keluarga, punggungnya bersandar pada sisi sofa. Lantai sudah dialasi karpet tebal agar Jasmine bisa bergerak bebas. Udara siang masuhk lewat jendela yang sedikit terbuka, membuat ruangan terasa hangat tapi tidak pengap. Di sudut ruangan, Ryujin sibuk melipat pakaian sambil sesekali melirik ke arah mereka. Jasmine kembali merangkak. Gerakannya masih sedikit goyah, tapi penuh tekad. Matanya tertuju pada sebuah boneka Barbie kecil yang tergeletak tidak jauh dari kaki Julian. Jarinya yang mungil menyentuh karpet, lututnya bergerak pelan, lalu berhenti sebentar, seolah memastikan jaraknya sudah cukup dekat. Julian memperhatikan dengan senyum yang tidak bisa ia sembunyikan. Ada rasa bangga yang muncul tanpa ia sadari. Setiap gerakan kecil Jasmine selalu terasa sepe

