Julian 48

2675 Kata

Pagi itu, cahaya matahari menyelinap melalui tirai apartemen, menerangi ruang tamu yang hangat. Ryujin duduk di sofa, matanya menatap Julian dengan tatapan penuh harap. “Julian… aku ingin batagor. Aku ingin memakannya sekarang juga,” katanya sambil tersenyum kecil, tangannya menekan perutnya yang semakin membuncit. Julian menatap istrinya sambil mengerutkan kening. Ia tidak tahu batagor itu apa, bahkan namanya terdengar aneh baginya. “Batagor? Apa itu, Ryujin? Aku… aku belum pernah dengar,” jawabnya jujur, suaranya penuh kebingungan. Ryujin tertawa kecil, lalu mengambil ponselnya dari meja samping sofa. Ia membuka aplikasi pencarian makanan dan menunjukkan gambar batagor kepada Julian. Di layar ponsel, tampak potongan tahu goreng yang renyah, diisi adonan ikan, disiram dengan bumbu kacan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN