Julian 49

1058 Kata

Maverick menatap melalui bidikan sniper andalannya, jarak jauh dari gedung seberang. Matanya yang dingin dan fokus menyesuaikan sudut bidikan, memperhitungkan setiap detail: jarak, angin, bahkan bayangan yang mungkin menutupi targetnya. Di depannya, layar digital menampilkan siluet Ryujin yang sedang berdiri di balkon apartemen, tidak menyadari bahaya yang mengintai. Maverick menyeringai, mengetahui betul bahwa momen ini bisa menjadi awal kehancuran Julian—momen yang akan membuatnya mendapatkan keuntungan terbesar dari semua strategi yang telah ia susun. “Tembak sekarang,” Maverick memerintahkan, suaranya rendah namun tegas, penuh keyakinan pada keahlian sniper yang telah menembak target-target sebelumnya tanpa gagal. Namun, Julian sudah bersiaga. Hatinya, nalurinya, dan pengalaman berta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN