Julian 156

830 Kata

Tangisan itu terdengar lebih keras dari sebelumnya. Bukan rengekan kecil seperti biasanya, tapi tangisan kaget yang membuat jantung Ryujin serasa ikut jatuh. Jasmine tadi berdiri dengan berani, mencoba melangkah lebih jauh dari biasanya. Satu langkah. Duab. Lalu kakinya tersandung, tubuh kecil itu kehilangan keseimbangan dan jatuh terduduk agak keras di lantai. Sesaat hening. Lalu bibir kecil itu bergetar. Dan tangisan pun pecah. “Jasmine!” Ryujin langsung bangkit dari sofanya, berlari kecil ke arah putrinya. Ia berlutut, mengangkat tubuh kecil itu ke dalam pelukannya. “Sini, sini… Mama di sini. Tidak apa-apa, Sayang.” Jasmine menangis kencang, wajahnya memerah, tangannya mencengkeram baju Ryujin. Tangis itu bukan cuma karena sakit, tapi karena kaget. Karena dunia yang tiba-tiba teras

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN