Ryujin dan Julian datang ke pusat perbelanjaan itu denganb rencana sederhana: mengajak Jasmine bermain sebentar. Tidak ada target lama, tidak ada agenda besar. Hanya ingin melihat putri mereka senang, mencoba hal baru, dan mungkin—kalau beruntung—pulang dengan senyum. Mereka berhenti di depan Time Zone yang penuh lampu warna-warni dan suara mesin permainan. Dari luar saja sudah terdengar riuh, musik bercampur bunyi koin dan tawa anak-anak. “Kayaknya seru,” kata Julian sambil menggendong Jasmine. “Banyak lampu. Banyak warna.” Ryujin mengangguk. “Kita coba sebentar saja.” Begitu mereka melangkah masuk, Jasmine langsung mengerutkan dahi. Matanya bergerak ke sana kemari, lalu bibirnya bergetar. Suara-suara yang terlalu ramai, lampu yang terlalu terang, dan banyak orang yang bergerak cepat

