Julian 63

1264 Kata

Pagi itu rumah utama keluarga Leonard belum sepenuhnya ramai. Matahari baru naik setengah, cahayanya menembus jendela-jendela besar dan jatuh di lantai marmer dapur. Suasana masih tenang, hanya terdengar suara langkah kaki pelayan yang berlalu-lalang jauh di sayap lain rumah. Namun di dapur utama, Julian sudah berdiri sejak tadi, lengan kemeja digulung asal, wajahnya tampak serius menatap talenan. Di atas meja dapur sudah tersusun beberapa bahan. Telur, roti gandum, alpukat, tomat, sayuran hijau, dan semangkuk kecil oatmeal yang masih kering. Julian membuka kulkas, mengernyitkan dahi, lalu menutupnya lagi. “Seharusnya s**u almond ada di sini,” gumamnya pelan. Ia membuka lagi rak lain, memeriksa satu per satu dengan ekspresi yang semakin fokus, seolah sedang memimpin rapat penting, bukan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN