Julian 62

775 Kata

Tangisan kecil itu terdengar lagi, kali ini lebih nyaring dari sebelumnya. Julian yang sedang berdiri di dekat jendela langsung menoleh ke arah box bayi. “Jasmine,” gumamnya pelan. Ryujin yang duduk di balkon sambil menghabiskan makanannya menoleh cepat. Ia sudah hendak bangkit ketika Julian lebih dulu menggeleng. “Habiskan saja makanmu,” ujar Julian dengan suara rendah tapi tegas. “Aku yang urus dia.” Ryujin ragu sejenak. “Kamu yakin? Dia nangisnya lumayan kencang.” Julian berjalan mendekat ke box bayi. “Aku ayahnya. Masa cuma gini saja aku menyerah.” Ryujin tersenyum kecil, lalu kembali duduk. “Kalau begitu aku percaya.” Julian membungkuk, menatap Jasmine yang wajahnya sudah memerah, bibir kecilnya bergetar sebelum tangisnya pecah lagi. Ia menghela napas pelan, lalu menyelipkan ta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN