Julian 132

2393 Kata

Lift berhenti di lantai paling atas dengan bunyi ‘ding’ pelan. Julian berdiri paling depan. Tangannya tetap siaga, meski wajahnya terlihat tenang. Pintu lift terbuka memperlihatkan lorong yang bersih, sunyi, dan terang. Tidak ada satu pun orang berkeliaran. Kamera keamanan terpasang di setiap sudut, kecil tapi jelas terlihat. Geo melirik sekeliling. “Tempatnya rapi.” “Dan nggak sembarang orang bisa naik sampai sini,” jawab Julian singkat. Ryujin menggendong Jasmine lebih erat. Bayinya itu terjaga, matanya bergerak ke sana ke mari, seolah ikut memperhatikan lingkungan baru. Sesekali Jasmine mengoceh pelan, jari kecilnya meremas kain baju Ryujin. Luna mendekat, suaranya dibuat ringan. “Kayaknya Jasmine penasaran. Rumah barunya keren kali ya.” Ryujin tersenyum tipis. “Semoga dia betah.”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN