Julian 133

2826 Kata

Gudang itu sunyi ketika mobil hitam Yokinawa berhenti beberapa meter dari pintu besi. Mesin dimatikan. Lampu dipadamkan. Lelaki tua itu turun perlahan, tangannya kosong seperti yang diminta. Wajahnya tegang, napasnya tidak teratur. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia datang tanpa pengawal, tanpa senjata, tanpa kuasa. Belum juga langkah kakinya benar-benar masuk ke dalam area gudang— Dor. Suara tembakan memantul keras. Yokinawa terhuyung, lalu jatuh berlutut. Peluru itu menembus betisnya. Darah langsung mengalir, membasahi lantai semen yang kotor. “Argh—!” teriaknya pecah. Tangannya mencengkeram kaki sendiri, tubuhnya gemetar hebat. “Sial… sial!” Langkah kaki terdengar mendekat. Pelan. Tenang. Tidak tergesa. Julian muncul dari balik bayangan, pistol masih terarah ke bawah. Wajah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN