Julian 184

2658 Kata

Pagi masih gelap ketika ponsel Julian bergetar di atas meja samping ranjang. Suara notifikasi itu tidak keras, tapi cukup membuatnya langsung membbuka mata. Ia terbiasa bangun ringan ketika ada panggilan di jam-jam seperti itu. Ryujin masih tertidur di sampingnya, nafasnya teratur. Satu tangannya berada di atas perutnya secara refleks, seolah bahkan dalam tidur pun ia menjaga sesuatu di dalam sana. Julian meraih ponsel dan melihat nama yang muncul di layar. Salah satu orang kepercayaannya di organisasi. Ia langsung bangkit perlahan dari ranjang, berjalan ke balkon kamar, lalu menjawab panggilan dengan suara rendah. “Ada apa?” Di ujung sana, suara bawahannya terdengar tegas tapi hati-hati. “Semua aman beberapa bulan ini. Tidak ada pergerakan musuh. Wilayah tetap stabil.” Julian bersan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN