Julian 183

2592 Kata

Siang itu mereka tidak menunda lagi. Setelah memastikan Jasmine dititipkan pada Farah, Julian dan Ryujin berangkat ke dokter kandungan yang dublu juga menangani kehamilan Jasmine. Perjalanan di dalam mobil terasa lebih sunyi dari biasanya. Julian menyetir dengan fokus, tapi sesekali ia melirik ke arah Ryujin. Ryujin duduk di kursi penumbpang dengan satu tangan tanpa sadar mengusap perutnya pelan. Gerakan itu lembut, refleks, seperti ada sesuatu yang ingin ia lindungi meski belum benar-benar terlihat apa pun. “Kamu masih mual?” tanya Julian pelan. “Sedikit,” jawab Ryujin jujur. “Tapi lebih ke deg-degan sekarang.” Julian tersenyum tipis. “Aku juga.” Ryujin menarik napas panjang. Di dalam hatinya ia bergumam pelan, hampir seperti doa kecil. Kalau memang ini benar, kalau memang ada kehidu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN