Julian 04

1268 Kata

Hujan deras mengguyur Jakarta malam itu, menenggelamkan hiruk-pikuk kota dalam suara air yang menghantam aspal. Lampu-lampu jalan berpendar redup di antara kabut, menciptakan bayangan panjang di trotoar. Julian duduk di dalam mobil hitamnya yang berhenti di depan gedung tua di kawasan utara kota, wajahnya tegang. Di tangannya, ia menggenggam map tebal berisi laporan dari anak buahnya. Nama di halaman depan membuat rahangnya mengeras— Andy Ricardo. Nama itu tidak asing. Dulu, di London, Andy adalah rekan bisnis yang berpura-pura tunduk pada kekuasaan Julian. Tapi di balik itu, lelaki itu menyimpan ambisi besar untuk mengambil alih seluruh jaringan yang dibangun Julian selama bertahun-tahun. Kini, keberadaannya di Jakarta bukan kebetulan. Andy tahu kelemahan Julian—dan itu bukan kekuasaan,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN