Julian 146

2550 Kata

Mereka berangkat siang itu tanpa terburu-buru. Julian menggendong Jasmine dengan satu tangan, sementara tangan lainnya menggenggam jemari Ryujin. Tidak ada percakapan berlebihan di mobil, hanya obrolan ringan soal cuaca dan lalu lintas. Jasmine terlihat antusias, matanya bergerak ke sana kemari seolah tahu mereka akan pergi ke tempat baru. Butik yang mereka datangi tidak terlalu besar, tapi tertata rapi dan tenang. Dindingnya didominasi warna putih lembut dengan sentuhan pastel di beberapa sudut. Begitu pintu dibuka, seorang staf langsung menyambut dengan senyum sopan. “Selamat siang, Pak, Bu.” Ryujin mengangguk kecil. “Kami mau lihat pakaian untuk acara pernikahan.” “Tema warnanya apa?” tanya staf itu ramah. “Pink pastel dan putih tulang,” jawab Julian singkat. Staf itu tersenyum. “

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN