Julian 216

844 Kata

Malam itu kembali turun dengan tenang di rumah besar mereka. Lampu kamar menyala redup, menciptakan suasana hangat yang nyaman. Di luar, angin malam berhembus pelan, sementara di dalam kamar hanya terdengar suara halus kertas dan sesekali ketukan jari di layar tablet. Julian duduk di kursi dekat jendela. Masih bekerja. Masih membaca laporan. Masih fokus. Seolah dunia di luar sana tidak pernah benar-benar berhenti menuntut perhatiannya. Sementara di atas ranjang— Ryujin berbaring setengah miring dengan satu tangan mengusap perutnya yang besar. Ia menghela napas panjang. Lalu menatap ke arah Julian. Lama. Sangat lama. Namun— tidak ada reaksi. Julian masih tenggelam dalam pekerjaannya. Ryujin mengerucutkan bibir. “Julian…” Suara itu pelan. Julian menoleh sekilas. “Iya?” “T

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN