Julian berdiri di ambang pintu kamar dengan langkah tertahan. Cahaya lampu tidur yang temaram menyinari ruangan itu, membuat suasananya terasa hangat dan tenang. Ryujin duduk di tepi ranjang, punggungnya bersandar pada bantal, sementara di pelukannya Jasmine Eleanor Leonard menyusu dengan mata terpejam. Bayi kecil itu tampak begitu damai, jari-jarinya yang mungil sesekali bergerak, seolah sedang bermimpi tentang dunia yang belum ia kenal. Julian tidak segera mendekat. Ia hanya menatap, diam, membiarkan momen itu meresap ke dalam dirinya. Ada perasaan asing yang selalu muncul setiap kali ia melihat Ryujin dan putrinya bersama. Perasaan yang tidak pernah ia temui di medan apa pun, tidak pernah ia pelajari dari buku strategi, tidak pernah ia kuasai dengan uang atau kekuasaan. Perasaan itu le

