161~BC

1137 Kata

“Dinda … selamat, ya,” ucap Ranu saat bersalaman dengan Dinda. Saling mencium pipi, lalu berakhir dengan satu pelukan hangat. “Mas titip salam, karena masih di Surabaya.” Dinda mengangguk. Ia pun sudah mengetahui hal tersebut dari grup kantor. Raksa masih berada di Surabaya dan tidak bisa menghadiri pernikahan Dinda. “Iya, makasih sudah datang,” balas Dinda setelah mengurai pelukannya dan menatap Altaf dengan senyum semringah. Berusaha menyembunyikan rahasia yang ada di antara mereka perihal rumah, demi menjaga hati pasangan masing-masing. “Selamat, Din,” ucap Altaf setelah menyalami Felix, “kalian berdua ini nggak ada suaranya, tapi tau-tau nikah.” “Di situ seninya, Mas,” sambar Dinda sambil mengalungkan tangan ke lengan Felix dengan mesra, “ayok foto dulu!” “Ayo!” Ranu langsung be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN