“Nggak dihabiskan?” tanya Altaf melihat makanan di piring Ranu yang kembali tersisa. Sebenarnya, bukan hanya Ranu yang kehilangan selera. Altaf pun merasakan hal yang sama. Mau di Bali ataupun Jakarta, rupanya tidak memberi perubahan berarti pada hubungan mereka. Jarak itu masih ada. Diam, dingin, dan tak kasatmata, tetapi jelas terasa. Sepertinya, malam ini pun mereka akan kembali tidur dengan keadaan seperti sebelumnya. Tanpa kehangatan, meski berada di ranjang yang sama. “Sudah kenyang,” jawab Ranu pelan sambil menatap hamparan pantai dari balkon kamar hotel. Altaf mengangguk singkat. Tidak memaksa, tidak juga menimpali. Ia hanya ikut memandang keluar, pada laut yang terlihat tenang. Berbanding terbalik dengan perasaannya sendiri. “Capek?” tanya Altaf akhirnya, berusaha memecah sun

