137~BC

1211 Kata

“Mas Altaf ada?” tanya Ranu pada sekretaris Altaf. “Eh, Ranu, maksud saya Bu Ranu.” Ranu terkekeh. “Ranu aja Mbak Atik, nggak usah pake ‘bu’ segala.” “Kan, nggak enak,” ucap Atik terkekeh sungkan, “besok statusnya sudah jadi Ibu Boss.” “Nggak ada yang berubah, Mbak, sama aja.” Ranu menunjuk pintu ruang kerja Altaf. “Mas Altaf ada?” “Ada, ada.” Atik bengong sesaat. “Emang nggak ngabarin dulu?” Ranu tersenyum kecil sembari menggeleng. “Kejutan. Soalnya kami nggak dibolehin ketemu. Dipingit!” “Ohh, iya, iya.” Atik mengangguk paham. “Aku masuk dulu, ya,” ujar Ranu meminta izin terlebih dahulu, “nggak papa, kan? Lagi nggak ada tamu di dalam?” “Nggak ada dan kayaknya nggak papa deh,” ucap Atik, “Pak Altaf pasti seneng bisa ketemu kamu.” Ranu meringis. “Masuk dulu, Mbak. Makasih,” ucap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN