136~BC

1627 Kata

Dinda menguap keras saat baru menutup pintu rumah. Melihat Ira tengah sibuk merapikan kain jahitan, ia pun menghampiri. Langsung berbaring di lantai, di depan mesin jahit. “Mandi, tidur,” ucap Ira sambil melipat beberapa kain yang sudah dipotongnya, “sudah makan belum?” Dinda kembali menguap, mengangguk pelan. Ia bingung, bagaimana harus memberitahu perihal rumah yang sudah lengkap dengan isinya pada Ira. Bisa-bisa, Ira meminta Dinda untuk tidak menempati rumah tersebut, jika tahu Altaf yang membeli seluruh isi di dalamnya. “Bu, nggak usah nerima jahitan lagi, ya,” pinta Dinda menatap Ira dengan mata yang berat, “selesai pesanan yang ini, kita pindah biar nggak ada tanggungan. Atau, nanti kita pasang aja di depan kalau ibu pindah rumah. Jadi, langganan Ibu bisa datang ke rumah baru kal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN