142~BC

1426 Kata

Pagi itu, baik Altaf maupun Ranu masih terjebak dalam kecanggungan. Meski Altaf sudah meminta maaf dan mereka berdua berusaha menutup hari tanpa suara tinggi, tetapi tetap saja ada jarak yang tidak bisa hilang begitu saja. Mereka memang tidur di ranjang yang sama, tetapi saling membelakangi sambil menahan pikiran masing-masing agar tidak pecah. Ranu bangun lebih dulu. Ia duduk bersandar di kepala ranjang untuk beberapa saat, mencoba mengatur napas sebelum akhirnya turun dari tempat tidur. Di sisi lain, Altaf hanya memejamkan mata. Pura-pura masih terlelap, padahal ia sangat sadar dengan semua gerakan Ranu yang pergi menuju kamar mandi. Setelah resepsi yang harusnya menandai permulaan yang indah, pagi pertama mereka sebagai pasangan yang sah justru dipenuhi sunyi yang sulit ditembus. Ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN