125~BC

1426 Kata

“Buat Cibi,” ujar Altaf sambil menyerahkan sebuah boneka kucing, yang ukurannya dua kali lipat dari tubuh Cibi pada Cinta. “Om Farhan yang milihin.” “Makasih, Om,” ucap Cinta tersenyum pada Farhan yang duduk di samping Altaf. “Bonekanya cantik.” Hari itu, Altaf kembali membawa Farhan untuk mengunjungi Cinta di kediaman Manggala. Mereka datang berdua, untuk melihat keponakan pertama yang semakin menggemaskan. “Sama-sama, Kak,” jawab Farhan masih saja merasa canggung dengan Cinta. “Cibi tidur?” tanya Altaf. Cinta mengangguk. “Tidur sama papanya,” ujarnya kemudian berdiri, “tapi udah dari tadi, sih. Bentar aku lihat ke kamar, siapa tau sudah bangun. Tunggu ya.” Cinta bergegas pergi dari ruang tamu. Ia tersenyum pada Denok yang sedang membawa nampan berisi minum dan camilan untuk kedua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN