“Boleh aku bawa Farhan?” Cinta hanya membaca pesan Altaf lewat pop up notifikasi yang masuk, tidak berniat untuk membuka dan membacanya. Untuk saat ini, ia tidak bisa memberi keputusan ketika Altaf ingin membawa Farhan untuk melihat putrinya. Cinta sadar, Farhan tidak pernah ikut terlibat dengan kekacauan di dalam keluarganya. Bahkan, Cinta juga jarang sekali bertemu Farhan ketika berada di rumah. Pemuda itu lebih banyak menghabiskan waktu di sekolah dan di tempat les. Andai tidak sengaja berpapasan di rumah, Farhan cenderung terlihat sungkan pada Cinta. “Ranu pulang kerja mau ke sini?” ujar Cinta saat melihat Bias memasuki kamar mereka. “Sama Altaf?” Bias baru membuka pengunci sisi pagar boks bayi, ketika Cinta menggumam keras. “Hemm!” Tatapan Cinta menyipit tajam. “Jangan coba-coba

