114~BC

1446 Kata

“Masa’ mau diterusin manyunnya?” Bias mencebik, ketika Cinta enggan digandeng saat mereka memasuki lobi Naraland. Gara-gara Bias keceplosan saat bicara pada Raksa, istrinya masih saja mendiamkannya. Padahal, semua itu sudah terjadi di masa lalu, tetapi Cinta ternyata memendam kesal. “Itu semua, kan, terjadi waktu kita belum nikah, Cin,” sambung Bias masih membujuk istrinya. Mereka masuk ke lift. Keduanya terpaksa diam, karena ada orang lain di dalam ruang kecil tersebut. Bias menunggu hingga mereka keluar dari dalam sana, barulah kembali bicara. “Cintaku–” “Sstt!” Cinta berhenti, mengatur napasnya sejenak. “Bisa diam nggak? Aku ngos-ngosan.” “Makanya, sudah tau hamil tapi jalan nggak bisa pelan-pelan,” ucap Bias segera merangkul Cinta. “Ke ruanganmu atau langsung ke ruangan Altaf

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN